Percakapan Kakek dan Anak Muda,

Posted by farisi 7 Commented August 25 2007

Under: General, Iseng

merlinPada sebuah pohon yang rindang, duduk seorang tua yang berambut panjang melebih bahu, orang yang cukup tua, di lihat dari warna rambut, kumis, jenggot dan alisnya yang putih.

Datang seorang pemuda yang berumur kira-kira 20 ke atas, menghampirinya, lalu duduk di sampingnya, dan mereka pun berbicara.

Orang Tua :

Ada apa yang bisa saya Bantu, anakku?

Anak Muda :

kakek, saya lagi bingung ni, saya sering sekali berbuat salah,

Orang Tua :

semua orang pernah berbuat salah, anakku. Teruslah berjalan Ke depan, tidak usah menoleh ke belakang. Karena jika kamu sering menoleh Ke belakang, nanti kamu bisa ketabrak.

Anak Muda :

tetapi kakek, jika saya terus berjalan ke depan dan tidak melihat
Ke belakang, bagaimana saya tahu klo ada bahaya yang datang dari
Belakang saya, begitu banyak orang yang dendam dengan perbuatan saya
Yang terdahulu, bagaimana klo mereka membongkong saya??

Orang Tua :

hmmmm, *mengelus Jenggotnya yang panjang*, saya rasa kamu butuh spion Anakku. *sambil menyodorkan spion*

Anak Muda :

kakek, saya mempunyai teman baru, bagaimana supaya saya bisa menjadi Teman yang baik buatnya.

Orang Tua :

Kawan yang baik itu adalah kawan yang tidak pernah mengiyakan kata Temannya, tetapi memberikan solusi yang lebih baik.

Anak Muda :

tetapi, apa yang dikatakan olehnya adalah yang terbaik buat saya, Bagaimana saya bisa memberikan solusi yang lebih baik dari pada perkataannya?.

Orang Tua :

ha..ha..ha..ha *sambil mengelus jenggotnya*, menurut saran saya, Kamu harus mencari teman yang lain yang perkataannya tidak sebaik temanmu ini, sehingga kamu bisa menjadi teman yang baik buatnya.

Anak Muda :

apa hanya itu jalan menjadi teman yang baik?

Orang Tua :

tidak anakku, bila kamu tidak bisa mengangkat temanmu yang hampir jatuh, setidaknya kamu tidak membiarkannya jatuh.

Anak Muda :

hmmmm,

Orang Tua :

jika kamu tidak mampu mengangkatnya, maka carilah tali, bentuklah Simpul laso, kalungkan di lehernya, dan ujung satunya ikatkan di tempat Kokoh, maka kamu telah menjaga agar temanmu itu tidak jatuh.

Anak Muda :

hah *mengenyitkan alisnya*,

Orang Tua :

kenapa kamu mengenyitkan alis mu?

Anak Muda :

ah tidak ada apa-apa kakek.

Orang Tua :

Bagus lah,

Anak Muda :

Dalam kehidupan yang penuh lika-liku ini, kadang kala kita ke perosok dalam lubang

Orang Tua :

kamu sangat benar anakku, maka berhati-hatilah dalam memilih jalan, hindarin jalan yang berlubang.

Anak Muda :

kata orang hanya keledai yang jatuh pada lubang yang sama, dan keledai itu adalah adalah binatang yang paling bodoh.

Orang Tua :

hmmmm, *mengelus-ngelus kumisnya*,

Anak Muda :

Bagaimana supaya kita tidak jatuh pada lubang yang sama, kakek?

Orang Tua :

jika kamu terperosok ke dalam sebuah lubang, jangan keluar dari lubang Tersebut, maka kamu tidak akan jatuh lagi pada lubang yang sama.

Anak Muda :

Selain jatuh pada lumbang yang sama, apalagi ciri-ciri orang bodoh?

Orang Tua :

orang yang lebih mengutamakan ototnya dibandingkan kepalanya, padahal kepala adalah benda yang paling keras yang kita miliki.

Anak Muda :

apalagi ciri-ciri lainnya?

Orang Tua :

Orang yang menganggap dunia ini hanya sebesar daun kelor, padahal jelas-jelas daun kelor itu tidak lebih besar dari tubuh manusia

Anak Muda :

hmmmmm,

Orang Tua :

Orang yang tidak tahu siapa dirinya juga ciri-ciri orang bodoh

Anak Muda :

hmmmm, tunggu kakek, orang yang tidak tahu siapa dirinya? Bukankah itu itu orang yang terkena amnesia, kakek?

Orang Tua :

O iya, saya lupa *sambil cengar-cengir dan menggaruk-garuk kepalanya sendiri*

Anak Muda :

terus apalagi kakek?

Orang Tua :

Orang yang mendengarkan saran bodoh saya!*dengan wajah yang penuh wibawa*.

Anak Muda :

Bagaimana dengan orang yang memberi saran bodoh, apakah dia termasuk ciri-ciri orang bodoh?

Orang Tua :

Tidak Anakku, dia itu tidak tergolong kedalam orang bodoh, tetapi tergolong kedalam kategori pembohong.

Anak Muda :

Jadi apa sikap kita terhadap seorang pembohong, perlukah kita membunuhnya?

Orang Tua :

*mendehem* tidak baik kita memendam rasa amarah anakku

Anak Muda :

Berarti kita harus melepasnya *mencabut belati dari pinggangnya*

Orang Tua :

oh, bukan begitu maksudnya anakku, jika kita membiarkan marah menguasai kita, kita bisa maka amarah itu akan memakan pikiran kita, Sampai akhirnya kita tidak dapat berpikir

Anak Muda :

begitukah *memegang belati dengan erar-erat*

Orang Tua :

biarkan hati kita di penuhi dengan rasa memaafkan, itu akan membuat kita tenang, dan akan membuat kita lebih pintar, lihatlah anakku, bagaimana
Bunga itu yang tidak pernah menusuk lebah dan kupu-kupu, padahal lebah dan kupu-kupu selalu mengambil miliknya. *sambil menunjuk ke kebun Bunga* dia selalu wangi karena kesabarannya,

Anak Muda :

hmmmmm *dengan wajah menahan geram*

Orang Tua :

lihatlah bunga itu *menunjuk kearah bunga kantong semar* dia selalu membiarkan amarah menyelimutinnya, sehingga selalu membunuh serangga Dan akhirnya dia berbau tidak sedap.

Anak Muda :

Sungguhkah *mengalihkan pandangannya ke bunga kantong semar*

Orang Tua :

*berlahan-lahan mengambil posisi start melayang* belajarlah dari lingkungan mu, Anakku, kamu perhatikan terus taman bunga itu, akan banyak pelajaran yang bisa kamu petik dari situ *langsung ngacir sebelum Anak muda itu tersadar*

Anak Muda :

Benar juga kata kakek *menoleh kearah posisi kakek tadi duduk* si*alan
Benar-benar penipu si tua kep*rat ini, awas klo ketemu akan kubunuh Dirimu kakek tua, sekarang aku baru tahu, bahwa kantong semar
itu bukannlah pemarah tapi pembohong seperti mu *langsung mengejar ke arah jejak Tapak kaki kakek tadi.*

7 Responses to “Percakapan Kakek dan Anak Muda,”

  1. nyonk says:

    @smileface

    Benar juga kata kakek *menoleh kearah posisi kakek tadi duduk* si*alan
    Benar-benar penipu si tua kep*rat ini, awas klo ketemu ku akan kubunuh Dirimu kakek tua, sekarang aku baru tahu, bahwa kantong semar
    itu bukannlah pemarah tapi pembohong seperti mu *langsung mengejar arah jejak Tapak kaki kakek tadi.*

    Man tulisan mu kali ini dah lumayan lah, dah gak begitu banyak kesalahan penulisan. “awas klo ketemu ku akan kubunuh Dirimu kakek tua”.

    *just koreksyen man*

    sebenarnya ada beberapa penulisan yang harus dirimu benahi, keep posting bro…!!!

  2. farisi says:

    sebenarnya ada beberapa penulisan yang harus dirimu benahi, keep posting bro…!!!

    yang mana biar bisa di perbaikin, klo gak di sebut di sini malah gak pernah tahu dimana yang harus di perbaiki,

    dan itu adalah guna komen yang sebenarnya menurutku :D

  3. Novia says:

    whekekekeekek……………….gila tu si kakek……….
    yang lebih gila lagi si penulisnya euy………………….

  4. nyonk says:

    lah man…itu yang ku coret kan yang menurut ku gak perlu digunakan. nanti aku baca sekali lagi & kalo ada kesalahan penulisan pasti akan ku komen.

    @Novia

    yang lebih gila lagi si penulisnya euy………………….

    Bukannya dia itu your bro tho???

    *senyam-senyum*

  5. TaMa says:

    Datang seorang pemuda yang berumur kira-kira 20 ke atas, menghampirinya, lalu duduk di sampingnya, dan mereka pun berbicara.

    kayaknya pembicaraan (bisa jadi) dua orang kakek-kakek ni man…:D
    *lari…*

  6. alexc says:

    Salman makin bijak tulisannya…
    Makin bijak = makin dewasa
    Makin dewasa = makin tua

    KESIMPULAN: SALMAN MAKIN TUA!

    huahuahuahuahu :lol:

  7. alie says:

    Benar juga kata b”man*menoleh kearah posisi b”man tadi duduk* si*alan
    Benar-benar penipu b”man kep*rat ini, awas klo ketemu ku akan kubunuh Dirimu b”man tua, sekarang aku baru tahu, bahwa kantong semar
    itu bukannlah pemarah tapi pembohong seperti mu *langsung mengejar arah jejak Tapak kaki b”man tadi.

    bang salman TT DJ yah…jangan sampai ketemu ama anak muda tadi nanti di bunuh loh

    “lari juga lah”

Leave a Reply